Home » Sekedar saja

Susu Itu…..

9 January 2009 14 Comments

Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang berada diluar rumah, bertemu dengan teman-teman Blogger Benjarbaru Menulis (BBM) bercerita tentang postinyan masing-masing, notabene anggota BBM beberapa kali pernah perang mental melalui postingn yang mengandung unsur pembunuhan karaktrer kepada sesama anggota BBM sendiri.

******
Tidak terasa hari sudah mulai beranjak sore, begitu banyak ancaman demi ancaman yang dilontarkan kepada masing-masing anggota, akan ada sebuah bentuk pembalasan terhadap postingan yang dinilai mempunyai unsur pembunuhan karakter, hal tersebut ditanggapi senada oleh rekan-rekan anggota lain. Untuk memutus perbincangan tersebut langsung saja saya berpamitan mau pulang kerumah kepada rekan BBM yang lain, seperti biasanya yang lain juga buru-buru ingin ikut pulang.

******
Tidak lama setelah itu saya sudah berada diatas sepeda motor, siap untuk mengendarainya menuju ke rumah, tak lama kemudian saya sudah sampai dirumah yang memang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kami bertemu tadi. Seperti biasanya ketika baru sampai di rumah saya tidak langsung mandi, atau melakukan aktifitas rahasia tertentu lainnya. Saya selalu menyampatkan diri untuk ngobrol dengan penghuni rumah yang lainnya, Ibu, Kaka, dan Bapa. Biasanya Ibu kalau sore seperti waktu itu pasti sedang berada dipoliklinik. Akan tetapi sore itu aku tidak melihat Bapak di ruang tengah, spontan aku mempertanyakan keberadaan bapak sorer itu kepada kaka, betapa terkejutnya ketika saya mendengar jawaban dari kakak yang menceritakan bahwa bapa sakit, mulai dari siang tadi tidak bisa beranjak dari kamar. Saya pun bertgegas menuju kekamar bapa untuk menengok beliau, dan benar saja setelah kutengok baba tergolek lemas, berbalut selimut dikamar.

******
Saya mencoba berbicara dan menanyakan keadaan kesehatan bapa, dengan suara yang sangat pelan beliau menjawab bahwa beliau sedang merasakan demam, bapa memang agak sedikit bandel klo berurusan dengan sesuatu yang bermkaitan dengan kesehatannya. Saya sempat berseru beberapa patah kata kepada bapa. “Bapa pasti hujan-hujanan ya dikebun tadi?!!” kurang lebih begitu kalimat yang saya lontarkan kepada bapa, beliau pun mengiyakan hal tersebut. Setelah itu beruntun pertanyaan keluar dari mulutku, pertanyaan yang tentu saja berhubungan dengan keadaan belaiu saat itu, antara lai pertanyaan itu adalah; tentan obat, apa saja yang dirasakan, sudah makan atau belum, mau minta diambilkan apa, dan sebagainya dan seterusnya. Akhirnya tidak beberapa lama tante saya (sepupu Ibu) datang kerumah dan langsung menyuruh saya membelikan susu beruang. Tanpa pikir lama saya bergegas membelinya ke kios dekat rumah, susu beruang itu langsung saya sodorkan kepada bapa dan menyuruh beliau meminumnya, berselang beberapa menit setelah beliau meminum habis susu itu, beliau langsung muntah-muntah. Saya sempat heran mendengar ucapan bapa ketika selesai muntah, beliau merasakan keadaanya agak lebih baik daripada sebelumnya. Owgh……. Saya menduga td bapa pasti telat makan, dan ketika saya tanyakan hal tersebut ternyata benar saja, bapa memang telat makan tadi siang. Tak berapa lama kemudian setelah makan dan minum obat bapa-pun tertidur dengan pulas. Syukurlah setelah bangun keesokan paginya ketika saya bangun tidur saya mendapati bapa sudah bisa duduk-duduk di teras rumah sambil minum kopi, hehehehee……., beliau sudah mulai sehat kembali.

14 Comments »

  • carbonize (author) said:

    pertamaxxxx
    weee….., tedahuluku mengoment.

  • syafwan said:

    komen no2 agh

  • ichal said:

    terbukti…susu beruang emang top…*kalo susu beruang di daerah Aranio itu piye..?*

  • hariesaja said:

    # Carbone

    begini boy, pertamaq mu itu maunya apa? Ditulis sendiri, dikomen sendiri. Dan aku tahu jawabannya. kuai lo?

    *carbon keracunan ichal :)

  • hery said:

    susu beruang yang sampean beli itu apakah bener2 susu dari beruang atau hanya merknya aja beruang?

  • Hera said:

    Pernah nyoba nyicip susu beruang..dan rasanya gak enak banget :-(

  • agushw said:

    wah klo minum susu beruang yang langsung dari beruangnya pasti lain ceritanya lagi….

  • nia said:

    oh … susu beruang yang itu

  • soul said:

    SUSU itu gede hehehehe

  • yulianbjm said:

    oh…jadi fungsi susu itu bisa jadi obat juga yah…

  • hariesaja said:

    ada yg aneh di sini…

  • Dillah said:

    susu nikmat ada gak… :lol:

  • Aap said:

    Susu apaan..?…Gimana tuh meras susunya apa ngga dicakar sama beruangnya…??????

  • Samofa said:

    Sy lebih tertarik komen ttg perhatian seorang anak terhadap ortunya, tidak ada apa2nya dibanding ortu terhadap anak…. semoga menjadi sebuah pencerahan.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.