Makan Ikan Paling Mahal
Siang itu matahari terasa sangat terik, aku bahkan sempat mengganti pakaian sampai sapai tiga kali, sungguh siang yang sangat gerah, tak lama setelah aku baru saja selesai menganti terdengar dering telpon genggam, terlihat di layar LCD telpon genggam itu nomor asing dari diluar kota, saya bergegas mengankat telepon dan segera menjawabnya;
Saya disini : “Halo….”
Yang disana : ”Bon, ini aku Syamsul”
Saya disini : ” Oy Sul, pa kabar….., gimana kabar keluarga, sehat?” Saya
hafal benar dengan dialek dan suara teman saya ini.
Yang disana : “Baik-baik aja bon, semuanya sehat. kamu sendiri gimana
kabarnya bon?”
Saya disini : “baik juga, sehat sul…… lama banget ya dah ga pernah
ketemu lagi, padahal bulan Agustus tahun kemaren aku
ada rencana mau ke Mataram sul, tapi sayang batal,”
Yang disana : ” Owh ya…? mau ngapain ke Mataram bon?”
Saya disini : “Ada yang mau diurus disana”
“Trus kamu ngapain siang-siang gini telpon sul?”
Ynag disana : “Aku cuma mau nanya bon, kapan kamu mau main ke
Mataram?
Saya disini : “Nanti lah sul, aku mau ngumpulin uang dulu, nanti suatu
saat klo uangku dah cukup aku pasti berangkat kesana,”
Yang disana : “Iya dah, pokoknya klo kamu ke Metaram kamu harus
mampir ketempatku ya bon,”
Saya disini : “Beres sul, pasti aku ketempatmu.”
Kira-kira begitulah penggalan dialog yang terjadi dalam percakapan melalui telpon antara saya dan teman yang bernama Syamsul Kamar tersebut, di akhir percakapan saya sempat menceritakan sering berkhayal sedang berada di Gili Trawangan, sebuah pantai yang benar-benar indah, tempat dimana para pecinta olah raga laut berkumpul, wah senang sekali bisa berada disana, seperti pengalaman saya sekitar empat tahun yang lalu ketika berada di pantai itu. Masih dapat saya rasakan betapa pasir putih menghampar dipantai sejauh mata memandang, namun dalam liburan alias petualangan saya saat itu sempat dihiasi sebuah kejadian konyol yang benar-benar tidak pernah saya lupakan.
****
Dimulai pada pagi hari ketika saya baru tiba di penyebrangan Padangbay, saya baru sadar kalau saat itu dompet saya beserta isinya ketinggalan di dalam bus yang saya tumpangi tersebut, dan p[arahnya saya baru sadar setelah beberapa jam kemudian, tidak dapat saya ceritakan seluruh kejadian saait itu disini, kalu saya bahas disini bisa-bisa jadi sebuah buku nih tulisan saya ini, singkat cerita setelah saya lelah mengurus dompet saya yang malang itu ke perusahaan bus yang baru saja saya tumpangi, saya pun menyerah. Uang yang tersisa hanya tinggal sekitar tiga puluh ribu rupiah, itu pun sisa dari kembalian yang saya kantongi di celana jins ketika saya sempat belanja rokok di atas kapal penyebrangan sebelumnya.
****
Sungguh hari yang melelahkan, hari itu saya belum tahu mau menginap dimana, karena saya sudah benar-benar tidak punya uang lagi, akh…, seandainya saat itu saya sudak kenal dengan Syamsul, tentu ceritanya akan jadi lain. Hari semakin sore, saya sempat menengok jam tangan yang saya kenakan, begitu cepatnya hari berlalu hingga jarum jam saat itu menunjukan pukul 15:21 menit, saya masih ingat betul saat itu perut ini sedang benar-benar lapar. Setelah beberapa saat saya duduk meratapi sdan menyesali kejadian yang baru saja menimpa saya, tiba-tiba terpikir untuk menuju kearah sebuah kapal nelayan yang sedang bersandar didekat muara pantai Padangbay, lansun saja saya menghampiri orang yang sedang bersiap akan melaut pada saat itu; “Maaf pak, saya boleh numpang berteduh dikapal senbentar pak, diluar panas sekali,” tanyaku sembari memohon simpati nelayan tersebut, “Silakan dek, boleh saja” jawab bapak nelayan yang kira-kira berumur empat puluhan tahun tersebut, “adek mau kemana?” taya bapak itu lagi sebelum saya sempat mengucapkan terima kasih kepadanya, “saya mau ke Gilitrawangan pak, masih jauh ya pak?” tanyaku dengan semangat yang tersisa, “wah jau sekali tu dek” jawab bapak itu sedikit kebingungan mendengar pertanyaan itu “memangnya adek knapa kok tidak naik bus saja?” tanya bapak itu lagi denagn muka yang kali ini benar-benar terlihat seperti orang ynga kebingungan, mulai lah saya menceritakan semua kejadian yang saya alami di pelabuhan tadi sampai akhirnya saya bertemu dengan beliau, saya lupa nama beliau namun kalau ketemu lagi pasti saya ingat dengan wajahnya.
****
Sungguh hari itu saya benar-benar mendapatkan sebuah pengalaman baru, selain dapat makanan saya juga mendapatkan tumpangan untuk menuju pantai Gili Trawangan dari bapak nelayan tadi, yang lebih saya tidak pernah lupakan adalah makanan yang disajikan oleh bapak itu sebenarnya adalah ikan hias hasil tangkapanya, kalau dijual tentu saja bisa laku ratusan ribu rupiah sampai jutaan rupiah per ekornmya, setidaknya itu yang dikatakan bapak nelayan itu saat ikan tersebut sedang saya kunyah didalam mulut saya.
****
Sungguh pengalaman liburan yang paling tidak pernah terlupakan oleh saya hingga sekarang, dan semoga untuk selamanya. Terima kasih tuhan, terima kasih bapak nelayan yang baik hati, yang telah mengijinkan saya mencicipi ikan hias goreng, dan mau mengantarkan saya ke Gili Trawangan denag menggunakan kapal nelayannya yang kebetulan saat itu sedang melakukan perburuan ikan hias dilaut sekitar Gili Trawangan, tanpa anda tidak akan ada juga kisah ini. Kapan-kapan saya mau makan ikan itu lagi boleh nggak pa? hehehe……








Hi..hi… Hukum karma ya… Eit jangan sewot dulu. maksud saya seperti ini. Orang yang baik akan dibalas kebaikannya. Kalau orang jahat itu bukan berarti orang baik. Ngomong-ngomong masalah karma tuh ikan dah bikin dosa apa ya? hi..hi…
ikan mahal itu namanya apa yaa????
ikan paus goreng, mas ?
huhuh sungguh pengalaman yang bikin iri saya saja !!
Gak bisa saya bayangi makan ikan hias…hiiiieeeee…..
Wah saya rasa,saya jadi orang kaya klo makan ikan mas, apalagi klo ikan mas nya mas amerika seberat 50 Kg…toeng…..
Leave your response!
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 merupakan wujud nyata keinginan anak bangsa yang sangat merindukan sebuah suasana Damai dalam Pemilu Indonesia 2009, semoga semua Partai politik Indonesia mendukung Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
Recent Posts
Banjarbaru Links
Blog 'n Roll
Recent Comments
Categories