Home » Ini Baru Ilmiah

Acyclovir

5 November 2008 13 Comments

Beberapa bulan yang lalu saya dan Ibu saya yang notabene adalah seorang perawat melakukan sebuah analisa terhadap sebuah penyakit yang banyak diidap orang, sebagai tenaga medis yang sudah bergelut dibidangnya selama lebih dari 30 tahun, sampai dengan pensiun sebagai pegawai di sebuah Rumahsakit di Banjarbaru, tentulah beliau memunyai banyak sekali pengalaman dibidang medis, ditambah lagi beliau sekarang dipercaya untuk menjadi asisten dokter pada dua buah poliklinik swasta di Banjarbaru, membuat pengetahuan beliau dalam bidang medis semakin bertambah saja. Awalnya diaknosa beliau terhadap penyakit yang saya derita dapat beliau simpulkan berdasarkan gejala dan ciri fisik, kebetulan disini yang mengidap penyakit itu adalah saya, secara visual beliau sudah dapat menyimpulkan jenis dan spesipikasi penyakit yang saya derita tersebut. Setelah berkonsultasi dengan beberapa dokter di tempat beliau bekerja sekarang, beliau dianjurkan untuk menggunakan obat jenis tertentu (merk dagang sengaja tidak saya sebutkan), sesuai dengan saran dokter tersebut akhirnya saya pun melakukan terapi menggunakan obat tersebut, setelah sepuluh hari ternyata belum menunjukan hasil yang memadai, terapi yang saya dan ibu saya lakukan tidak memperlihatkan kemajauan yang signifikan. Lebih parah lagi ternyata beliau pun terjangkit penyakit saya tersebut.

Belum berhenti sampai disitu saja, analisa masih berlanjut beberapa kali. Seingat saya penyakit yang saya idap ini sudah saya rasakan sejak beberapa tahun yang lalu ketika saya masih kuliah, yang membuat saya prihatin adalah ketika ibu melai mengalami kesulitan berjalan kaki karena tertular penyakit saya tersebut, beliau mengatakan kepada saya telapak kaki beliau terasa sangat sakit ketika digunakan untuk berjalan, saya sangat sedih melihat keadaan beliau. Beberapa hari kemudian saya bertemu dengan seorang teman yang juga pernah mengidap penyakit yang sama dengan saya, setelah saya menceritakan bahwa Ibu saya juga tertular dia langsung menyarankan agar saya dan Ibu berkonsultasi dengan dokter spesialis. Saran dari teman tadi akhirnya saya sampaikan kepada Ibu, tanpa pikir panjang beliau pun berangkat untuk berkonsultasi denagn dokter yang dimaksud teman saya tersebut, hasil diaknosa dokter sama dengan hasil diagnosa Ibu, namun dokter spesialis ini bukan menawarkan terapi, beliau menawarkan satu-satunya jalan adalah dengan cauter, wah kalau itu sudah tentu Ibu menolaknya mentah-mentah, bukan karena soal biaya atau takut dengan terapi yang satu itu, secara logika beliau akan tidak dapat bekerja peling tidak selama 3 sampai 4 hari lamanya, itu adalah masalah besar bagi beliau, saya tahu benar bagaimana sifat Ibu, tidak beklerja 1 hari saja beliau sudah uring-uringan, apalagi sampai selama 4 hari, wah aku tisak bisa membayangkan bagaimana jadinya.

Darisitulah analisis yang kubuat bersama Ibu untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan ini muncul, satu demi satu teori yang pernah beliau pelajari muncul kepermukaan, beberapa diantaranya digugurkan oleh kesimpulan analisa, dan akhirnya berdasarka hasil analisa kami dibantu oleh seorang dokter tempat beliau bekerja sekarang, dokter tersebut menunjuk merek dagang Acyclovir (generic), sesuai dengan hasil analisa obat ini yang paling mendekati fungsi obat yang kami cari. Kami mulai melakukan terapi dengan menggunakan obat tersebut, tepat pada tanggal 8 Juni 2008 saya dan Ibu mulai melakuakn terapi dengan obat tersebut, setiap hari perkembangan demi perkembangan kemi pantau, pada hari ketiga masa terapi muali terlihat hasil yang mencengangkan, penyakit tersebut mengalami reaksi terhadap obat, sakit yang dirasakan ibu ketika berjalan mulai berkurang demikian juga penyakit yang kami derita. Demikian hari demi hari kondisi kami semakin menampakan kemajuan dan sakit yang kami derita berangsur mebaik, memasuki hari ke sepuluh saya dan ibu sudah tidak merasakan sakit sama sekali. Akhirnya pada hari ke duabelas dokter menyatakan kami telah sembuh total dati penyakit tersebut.

Dari pengalaman tersebut dengan persetujuan dokter, Ibu pun berani menganjurkan obat tersebut kepada pasien yang mengidap penyakit sejenis, sampai dengan bulan November 2008 ini sudah ada 7 (tujuh) orang termasuk saya dan Ibu yang menggunakan Acyclovir, dan semua pengidap dinyatakan telah sebuh total oleh dokter. Namun yang sangat kami sayangkan, pihak produsen Acyclovir (generic) yaitu PT. Kimia Farma sama sekali tidak mencantumkan bahwasannya jenis penyakit tersebut dapat disembuhkan, pada kemasan maupun pada literatur tidak terdapat petunjuk bahwa penyakit itu dapat disembuhkan dengan Acyclovir. untuk mengurangi perasaan penasaran, saya mencoba melakukan surat-menyurat kepada pihak PT. Kimia Farma selaku produsen.

***

** Untuk menjaga kode etik kedokteran, saya merasa masih perlu mengadakan riset lanjutan bersama pihak produsen, nama, gejala dan jenis penyakit sengaja saya rahasiakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sampai dengan hasil riset lanjutan maka saya bersedia mencantumkan nama, gejala dan jenis penyakit.

13 Comments »

  • nia said:

    mas carbone .. mudah²an postingan ini terbaca oleh mereka² yang sedang memiliki (gejala) penyakit spt yg pernah ibunda dan mas carbone alami, dan mencoba untuk menggunakan jenis obat yg disebutkan, he he he .. dan mudah²an dapat kesembuhan juga, aminnnnnn

  • awym said:

    moga cepet sembuh boy…

  • ichal said:

    bon,kamu sakit opo to…??

  • syafwan said:

    Cepat sembuh ya, kami semua menyayangimu

  • yee said:

    ibu nya di bagian apa?kebetulan eke lg di rsud bjb, ga bs kemana-mana selama semingguan ini. kenalin dunk, minta makann, he.he..

  • Co² (author) said:

    @nia:
    Amiiin…
    tapi risetnya belum selesai, palin tidak masih perlu 5 (lima) pasien lagi.
    (insyaAllah tiga minggu lagi baru posting jenis penyakit dan metoda terapi-nya)

    @awym :
    Sudah sembuh total boy

    @ichal:
    Nanti tak umumkan apa penyakitnya ya.

    @syafwan:
    Sudah sembuh, trima kasih.

    @yee:
    Ibu dulu perawat (sekarang dah pensiun)
    gimana rasanya stase di RSUD banjarbaru, menyenangkan ya?
    boleh kalau mau kenalan ma ibu, minta makan juga boleh, tapi jangan minta suapin.

  • d3n5 said:

    mudah2an lancar dan berhasil dengan baik risetnya, juga berguna bagi orang yang membutuhkan .

  • hariesaja said:

    carbon lagi mencret…gara2 kebanyakan minum air hujan

  • yee said:

    sakit apa sih emangnya? aku penasaran.

  • soulH said:

    SAKIT MATA…..makanya carbone pake Rayban terus

  • Co+Co²=Carbonized (author) said:

    @d3n5:
    amiin, makasih om.

    @hariesaja:
    Klo diare bukan pake Acyclovir, tapi pake pembalut.

    @yee:
    Nanti diumumkan disini, tunggu hasil akhir.

    @soulH:
    Sakit jiwa kamu chan.

  • Aulia Rahman said:

    asiklovir itu antivirus..
    cacar air?
    knp di kauter? kutil kah?
    jadi penasaran..
    kunjungan balik nah..sorry kemaren kada umpat kopdar..tpi kopdar selanjutnya pasti ikut..

  • Anisa said:

    trus skrg hasil risetnya apa ??

    penyakit apa sih ??

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.