Home » Sekedar saja

Tenaga Kerja Ajaib Vs Tenaga Kerja Super

26 Juni 2008 No Comment

Sejak zaman negri ini masih terjajah dahulu kala, sampai dengan negara ini menjajah bangsa sendiri dimasa kini. Seperti yang dapat kita nikmati bersama sebagian besar kebobrokannya, dan selalu kita tunggu kapan akan datang kemakmurannya? Saya jadi ingat masa sekolah SD dulu saya sering disetrap guru gara-gara tidak suka mengikuti pelajaran Sejarah dan pelajaran IPS (itu dulu…., sekarang tambah parah). Kita semua pasti mengetahui bahwa betapa kayanya negara ini akan sumber daya manusia, terlebih lagi sumber daya pekerja (buruh), kenapa tidak? coba Anda ingat-ingat lagi berapa juta orang yang diekspor keluar negri oleh negara ini sebagai tenaga kerja kontrak dan musiman (berapa juta orang ya, pusing saya ngitungnya).

Yang lebih mencengangkan lagi adalah kenyataan yang sering kita hadapi sehari-hari, rata-rata pekerja dinegara ini baik yang bekerja pada instansi pemerintahan, pun pekerja yang bekerja pada perusahaan-perusaan yang bergerak disegala sektor. Pada kenyataannya mereka mampu mengerjakan lebih dari satu kemampuan bidang kerja, bahkan ada yang mampu mengerjakan tiga bidang keahlian dalam satu jabatan tertentu. Saya jadi teringat waktu saya jadi gelandangan di Ibukota Negara ini 12 tahun silam, adalah awal pertemuan saya dengan seorang guru sekaligus paman sekolah dan tukang ledeng. sebut saja namanya pak Sarmun, beliau adalah seorang guru bahasa indonesia pada sebuah SD Negri di daerah cinere. Yang membuat saya kagum bukan statusnya sebagai guru yang gajinya pas-pasan dimasa itu (sampe sekarang kali ya?), tapi karna profesi gandanya terhadap tiga kemampuan bidang kerja yang berbeda.

Masih ada yang lebih menakjubkan lagi tentang Tenaga Kerja Ajaib, saya juga pernah menemukan seorang karyawan pada sebuah BUMN di kalimantan selatan, lebih spesifiknya lagi BUMN ini berdomisili di Kota Banjarbaru. Yang mana beliau menjabat sebagai kepala tehnik, yang membuat saya sempat tercengan (tidak tahu harus takjub atau prihatin) beliau masih sempat melayani pelanggan yang ingin memfotokapi berkas persyaratan, juga menangani gangguan pada sistim kelistrikan kantornya yang dia cintai itu. Itu belum seberapa bila dibandingkan dengan pekerja yang memiliki jam kerja panjang (dari pagi sampai subuh), namun hanya mendapatkan upah alakadarnya yang hanya cukup untuk membeli kebutuhan pokok untuknya dan anggota keluarganya sendiri. Tenaga kerja Super ini terkenal tangguh dan memiliki stamina diatas rata-rata. Pokoknya tops bangets dech.

Saya yakin anda semua juga pernah menemukan hal yang sama persis atau hal yang sama tapi tak serupa, seperti pengalaman yang pernah saya temui tersebut. Iya enggak Pak? Ini fakta Bukan Rekayasa. Orang jepang aja sampai terperangah melihat kemampuan Sumber Daya Manusia yang dimiliki Negara ini walau hal itu terlihat sedikit dipaksakan, masa kita kalah makmur sama Jepang? Dan sebetulnya kita menang, bukan kalah.

::Jaya lah Negriku Jayalah Bangsaku ::

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.