Home » Sekedar saja

Off Road di Hari Kemerdekaan

23 August 2008 8 Comments

Mari ber “off road” ria sambil menyaksikan penjajahan di atas bumi yang merdeka

Ada jalan bagus kenapa malah pilih jalan yang kaya gini??
Kalau ada merk yang lebih bagus kenapa pakai yang ini…..!!!
Beginilah jadinya kalau pakai sembarang merk (ini bukan promosi lho!)

Ini akibatnya Kalau salah merk, makanya jangan kemakan iklan!
Selalu ada jalan asal ada yang uluran tangan

Kami sudah sampai disini, kalian baru sampai mana?
Perjalanan masih panjang bung

Bukan sebuah akhir perjalanan yang aku dapat, aku mengalamai banyak proses yang kunikmati disini. Ditanah yang kami lewati masih banyak bentuk penjajahan yang terjadi bukan oleh koloni asing, lebih kepada pribumi yang bekerjasama bahu-membahu menjual murah aset Negri ini kepada para Ekspatriat pemuja ekonomi kapital.

Seperti yang dikatakan oleh temanku bowo bahwa “Cuma ada satu kata untuk pengkhianat BANGSAT!

M E R D E K A !!!!!!!

8 Comments »

  • manusiasuper said:

    Anak bangsa bekerja di Tambang, bangga dengan gaji 2 - 3 juta rupiah plus sepatu gratis. Warga australia bekerja di tambang kalimantan, dapat tiket pulang pergi sidney saban minggu, plus liburan ke bali tiap bulan…

  • Pakacil said:

    alam kalimantan itu dulu sangat kaya akan sumber daya, dulu hijau dan dulu sangat eksotik, tapi itu dulu nak….

    *membayangkan bertahun-tahun lagi ucapan orang tua pada anaknya*

  • Fortynine said:

    Waw! ini benar benar karunia dan anugerah atas bergabungnya Kalimantan sebagai negara Indonesia.

    Coba saja kalau…

    Ah sudahlah, belum tentu juga…

  • ahsani taqwiem said:

    aku turut berduka cita atas mati surinya hati nurani dan rasa memiliki dari orang-orang pribumi yang menual alam tanpa hati…
    ngeblog boleh jangan pakai hati, tapi kalo soal bumi, ya hatinya mbok ya di ajak diskusi jugha… f**k off you all para penjajah bangsa sendiri…

  • awym said:

    aku balik, mmmm apa yg salah yah dr komnt ku di atasa… mmmm
    oh itu itu, umpatan bahasa inggris ku ngawur *kabur sebelum ditimpuk carbon pake asbak*

  • aap said:

    Jadi teringat waktu aku magang di HPH th. 1998 di Pangkalan Bun bon…kondisinya sama….sekarang HPHnya udah tutup kayunya habis…tinggal tonggak kayu yang lapuk…

  • ichal said:

    disana ada..WC nya ngga bon..terus musholanya gimana..bagus ngga..?!

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.