Home » Sekedar saja

Irit BBM

17 November 2008 16 Comments

Sepeda Motor

Siang itu aku Berangkat dari Banjarbaru menuju Banjarmasin (karena sesuatu yang harus, dan memaang harus………., ), seperti biasanya aku mengendarai motor matic kesayanganku. Siang itu matahari terasa begitu terik, namun ada niat yang lebih kuat dari sinar matahari itu, demi sesuatu yang tidak dapat aku jelaskan disini akhirnya aku harus berangkat juga siang itu. Seperti biasanya sebelum berangkat aku mengisi tangki BBM motorku sampai penuh, aku lebih memilih bahan bakar oktan tinggi pertamax agar konsumsi bahan bakar lebih irit. Yang saya tahu bahwa jika bahan bakar oktan tinggi memiliki daya bakar yang lebih sempurna, selain lebih epektif di ruang pembakaran mesin, kenalpot juga tidak banyak menghasilkan gas monoksida (carbon) yang berbahaya itu.

Aku jadi ingat waktu masih kuliah dulu, sebagai anak kost yang mengandalkan uang kiriman dan sedikit tambahan dari hasil ngobyek kecil-kecilan, tentu saja setiap mahasiswa berpikir keras untuk mengeluarkan uang seirit mungkin (bukan pelit lho), perilaku hemat ini pernah membuat otakku berpikir keras untuk menghemat pemakaian bensin untuk motor, caranya tentu saja bukan lantas mengganti behan bakar yang tadinya bensin jadi solar atau minyak tanah, klau itu yang kulakukan bukan irit yang kudapat tapi malah bopros sukucadang mesin. Pada suatu hari aku beli Ethanol 99% di sebuah toko kimia, dalam beberapa kali percobaan dan beberapa kali gagal (sampai motorku batuk-batuk) akhirnya aku berhasil membuat dosis yang tepat untuk bahanbakar motor jenis 4 Tax. aku memcampur Premiun dan Ethanol dengan perbandingan 1:5, 1 bagian Ethanol dicampurkan kedalam 5 bagian Premiun.

Terbukti pencampuran 2 zat tersebut ampuh untuk meningkatkan oktan Premiun, dan aku berhasil menghemat bahan bakar sekitar tiga puluh persen dari pemakaian Premiun biasa. dan hal oplos- mengoplos bahan bakar tersebut pernah ku tulakan kepada seorang teman, sebut saja si brewok (a.k.a beruang madu) telah membuktikan khasiat ampuh penggunaan bahan bakar oplosan tersebut, brewok yang kebetulan kuliah di teknik mesin menyatakan; setellah seminggu menggunakan bahan bakar tersebut, ketika mesinnya dibongkar saat service berkala, ternyata mesin jauh lebih bersih daripada menggunakan Premiun biasa. Sayang sekali untuk mendapatkan Ethanol 99% di Banjarbaru sanagat sulit, paling ada 95%. kalaupun ada Ethanol 95% hampir dapat dipastikan harganya mahal banget (bukan ngirit malah jadi tambah boros), dan dampak yang ditimbulkan oleh Ethanol 95% terhadap permukaan ruang bakar mesin kurang bagus. permukanan pisron dan silinder jadi berpori halus, lama kelamaan bisa bjadi kasar. Sangat berbeda jika kita menggunakan Ethanol 99% untuk campuran Premiun, permukaan ruang bakar mesin dapat dipastikan tidak akan terpengaruh.

kapan di kalsel ada pabrik Ethanol ya…???

16 Comments »

  • nia said:

    mas carbone : timpuk² … saya ga ngerti urusan campur mencampur untuk penghematan BBM, mungkin kalau kakak saya yang jago ngurusin mesin ngerti ttg ini ..

  • syafwan said:

    wah, berbahaya nih. bisa bikin boom nga, hati-hati penangkapan pengoplos dan teroris sedang marak. kapan kita bisa coba teorinya (wekkekkek)

  • ichal said:

    walah..ulang tahun kok malah minum ethanol…uahuakahuah

  • awym said:

    aku rela ngirit bon demi pertamax, mendukung kampanyae STOP global warming dengan memakai BBM berOKTAN tinggi…

  • Pakacil said:

    kalau avtur?

    *OOT*
    ini kemarin ke bjm untuk makan-makan duluan ya?

  • cumie said:

    pertamanya met ultah dulu ye bon :D

    jadi intinya? saya tambahin ethanol apa tetep ngecer saja nih? biar dapet yang + minyak gas wkwkwk

  • Sarah Luna said:

    “Siang itu aku Berangkat dari Banjarbaru menuju Banjarmasin (karena sesuatu yang harus, dan memaang harus………., ” …. :
    JADIII.. makan2 nya di BJM yaaaa???, hihihii…

    wuaaaa… Sesuai namanya.. jago campur mencampur ternyata… Eh, kok bagian nyampe BJM nya gak di buat karikaturnya bon???

  • soulh said:

    carbone kebjm ngantrkn aku kekost tapi bayar Rp 25rb, duitnya dipake carbone makanan tp tanpa aku hiks hiks

  • icha said:

    layak dicoba neh… ada jaminannya gak?

    Maaf ya kemarin transit di bjbnya lama banget (g nyambung ya…)

  • benkyo said:

    ngirit seh ngirit… tapi kalo ethanol na susah di daptkan ya sama ja bohong… puyeeeenggggg nyari na….
    :-)

  • zonamerah said:

    ha..ha..ha… boleh lah mas..

    tuh desain coretannya juga oke punya..

  • Fortynine said:

    Kapan ke BJM lagi Bon? Biar kami pantau aktifitasmu di sana

  • isuurloeweng said:

    ah biar aja aku tetap pakai bensin, takut malah rusak motorku. biaya malah tambah banyak nanti…..

    wah rasanya sekarang BJM menjadi agenda harian ya, sampai-sampai kamu sakit

  • verlita said:

    iyah harus irit…tapi ga ngerti itu cara nyampur2nya…

  • dia dan said:

    Biar irit, motorku boleh tuker matic’y g’

    ckckckckkcckkckckckkk……

  • carbonize (author) said:

    @Naff:
    Maap,Komennya aku pindah ke coretan anda

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.