Bahasa Manusia
Banyak hal disekitar kita yang perlu kita cermati dan amati secara bijaksan dan mendalam, kadang kala kita enggan untuk memperhatikan sekitar kita, sehingga kita lupa akan bahasa- bahasa lain selai bahasa manusia. Cermat mengamati. gejala alam dapat membentuk sensitifitas kita terhadap bahasa alam, demikian pula halnya dengan bahasa tumbuhan serta bahasa hewan. Akibat terlalu sering dan terlalu lama bergaul dan hidup berdampingan dengan unggas peliharaan Bapak (begitu aku memanggil ayahku), membuat aku sedikit banyak mengerti bahasa ayam, bebek, angsa dan burung. Terutama saat mereka lapar dan akan bertelur.
Yang paling banyak aku mengerti adalah bahasa ayam. Aku rasa yang paling seru adalah ketika ayam-ayam piaraan bapak mengeluh ketika dipaksa bertelur setiap hari. Kira-kira begini kalau dibahasakan dengan bahasa manusia:
Waktu itu pagi baru saja menyambut hari, cahaya matahari pun masih tampak redup. Kejadian ini terjadi kira-kira jam 06:15 pagi.
Si Montok alias ayam betina usia remaja yang sudah tidak virgin lagi karena sudah beberapakali bertelur, berbisik kepada si Jalu alias ayam pejantan yang menjadi idola para ayam betina di blok 03 kandang ayam bapak. Tanpa disengaja aku yang pada saat itu berada pada jarak kurang dari 1meter dari para ayam penggosip itu, mendengar percakapan ayam-ayam tersebut.
Si Montok >
Hey jalu…!!
kamu tau ga yang baru lewat tadi siapa?
Si Jalu >>
Itu kan manusia
Dia anak dari majikan kita
Memangnya ada apa tok?
Si Montok >
Kamu tau ga gimana rasaya bertelur?
Si Jalu >>
Ah kamu ada-ada aja tok
Ya ga mungkin lah aku tau rasanya bertelur, aku kan cowo
Si Montok >
Justru itu lu, manusia itu egois
Coba bayangkan, aku bertelur 1 kali 1 hari aja, pantatku perih luar biasa
Eh malah dipaksa bertelur 2 kali dalam 1 hari
Gila ga lu…..??
Si Jalu >>
Hsssst………, nanti kedengeran manusia kamu bisa dipotong loh
Si Montok >
………………..
………………..
………………..
*Sejurus kemudian terdengar celetukan setengah berteriak dari Si Bahenol alias sapi perah piaraan tetangga
Si Bahenol >>>
Hey Montok……….!
Kamu sih masih untung
Si Montok >>
Untung, nenek lo nari streaptis……di diskotik……..!
Eman ga liat, pantat pe lebar gini gara² nelur tiap hari tau……!!
Dasar sapi ga punya otak !&%#*x$%@!!!!!!!
Si Bahenol >>>
Ya justru karna itu kamu lebih beruntung daripada aku
Kamu cuma disuruh nelur, tapi dikawinin ma Jalu
Lah kita…..?
Si Montok >>
Emang napa??
Si Bahenol >>>
Tiap hari susu kita diremes-remes
Tiap hari juga susu kita diperes-peres, Ga juga dikawinin ma tuh manusia bejad
Gimana coba…..???
** Si Montok dan Si Jalu bengong mendengar celetukan Si Bahenol yang spontan tadi
Dari cerita tersebut kita dapar menarik kesimpulan, bahwa terkadang kita memeng terlalu kejam memperlakukan alam, tumbuhan dan hewan yang ada disekitar kita. Coba bayangkan seandainya semua manusi bisa dan mengerti bahasa hewan, bahasa tumbuhan dan bahasa alam. Mungkin kehidupan manusia didunia ini akan terasa tentram, damai, aman dan sejahtera selamanya. Sangat jauh dari bencana, kebencian dan peperangan.
Tapi ada untungnya juga kita tidak mengerti bahasa hewan, cobe bayangkan seandainya kita mengerti bahasa seluruh hewan yang ada dijagat ini. terbayang apa yang akan terjadi ketika kita sedang mandi, ada cecak diplafon kamar mandi sedang melotin kita yang lagi asik mandi. Hueeeeeeeee……………………..!
Apalagi buat Anda, kaum laki-laki yang suka buang hajat kecil di semak-semak, dibawah pohon atau didinding tembok pinggir jalan. oOowwwwwww……………?!
:: cerita ini untuk dibaca bukan untuk dibayangkan ::
Jalan cerita dinarasi berdasarkan kisah piktif belaka, kesamaan tempat kejadian dan nama tokoh dalm cerita ini hanya karena kebetulan dan bukan merupakan unsur yang disengaja.









:: cerita ini untuk dibaca bukan untuk dibayangkan ::
TELAATTTT, saya sudah terbayang-bayang… Siyal… Memikirkan apa yang diucapkan cicak-cicak di kamar hote itu….
Hmmmm, kalau bisa mengerti bahasa alam, mungkin saya akan ajak mereka teriak: HENTIKAN ILLEGAL MINING!
bahasa manusia samalah wan bahasa tubuh…kada tahu jua nah
Leave your response!
sedikit tentang...
Carbone sendiri adalah sebuah nama yang diberikan oleh seorang sahabat yang telah tiada mendahului kita, Sebagai sebuah bentuk apresiasi kepada almarhumah dan bentuk penghargaan yang tidak ternilai, selamat jalan sahabat, selamat selamat menempuh hidup yang baru di alam yang berbeda.
Tulisan Terakhir
Banjarbaru Links
Blog 'n Roll
Komentar Terakhir
Kategori